Jl. Umanasoli No. 135 Kel. Lawanga Kec. Poso Kota Utara Kab. Poso 94615 081280223073
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Efisiensi Bukan Alasan Turunkan Kualitas Layanan
02 Mei 2026 Kemenag RI Administrator 192 Dilihat

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Efisiensi Bukan Alasan Turunkan Kualitas Layanan

Bukittinggi (Kemenag) – Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi dalih menurunkan kualitas pelayanan publik. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Selasa (28/4/2026).

Dalam agenda pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama bertema “Menjaga Produktivitas dan Kualitas Kerja di Tengah Efisiensi Anggaran”, Menag menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kinerja profesional dan nilai spiritual.

“ASN Kemenag tidak hanya bekerja mengejar capaian administratif, tetapi harus menghadirkan keberkahan dalam setiap tugasnya,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, keberhasilan yang tidak disertai nilai keberkahan justru berpotensi membawa dampak negatif, baik bagi individu maupun institusi. Karena itu, ia mendorong seluruh ASN tetap menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan nilai keagamaan dalam setiap lini pekerjaan.

Di tengah keterbatasan anggaran, Menag meminta ASN tetap adaptif dan inovatif. Ia menilai, kondisi tersebut justru bisa menjadi momentum untuk melahirkan terobosan baru dalam pelayanan publik.

“Efisiensi jangan sampai membuat kita kehilangan kualitas. ASN harus tetap produktif, kreatif, dan mampu memberi layanan terbaik,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini juga dihadiri Staf Khusus Menag Prof. Dr. dr. Fasli Djalal, Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat, pimpinan UIN Bukittinggi dan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta jajaran Kemenag daerah.

Selain pembinaan ASN, sejumlah agenda strategis turut digelar, mulai dari peluncuran Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), peresmian empat pusat kajian, peluncuran 18 buku karya dosen, hingga peresmian Gedung SSBN yang ditandai penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama.

Menutup arahannya, Menag menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Kementerian Agama tidak semata pada capaian angka, melainkan dampak nyata terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.

“Indikator utama kita adalah sejauh mana masyarakat semakin dekat dengan nilai-nilai agama,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si., menyampaikan bahwa meskipun berstatus sebagai PTKIN termuda di Sumatera Barat, kampus yang dipimpinnya terus menunjukkan perkembangan signifikan.

“Perkembangan UIN Bukittinggi mulai mendapat perhatian di tingkat nasional dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi Islam lainnya,” kata Silfia.

Ia berharap dukungan dan pembinaan dari Kementerian Agama terus diperkuat guna mendorong peningkatan mutu akademik dan kualitas pendidikan.
Bagikan:

Pencarian