15 Mei 2026
Opini
Dr. Basrin Ombo, S.Ag., M.HI
87 Dilihat
NARKOBA, HANTU YANG SANGAT MENAKUTKAN
NARKOBA, HANTU YANG SANGAT MENAKUTKAN
Bayangkan sebuah malam yang sunyi. Jalanan tampak lengang, lampu-lampu kota berpendar redup, dan angin berembus pelan membawa rasa dingin yang menusuk. Dalam kesunyian itu, ada sesuatu yang bergerak tanpa suara. Ia tidak terlihat oleh mata, tidak meninggalkan bayangan yang jelas, namun kehadirannya perlahan merayap masuk ke kehidupan manusia. Seperti hantu yang hidup di tengah kegelapan, ia datang diam-diam, mengintai setiap celah kelemahan, lalu mengambil alih kehidupan korbannya sedikit demi sedikit. Hantu itu bernama narkoba.
Narkoba bukan sekadar zat terlarang yang sering diberitakan di televisi atau diperingatkan dalam poster-poster sekolah. Ia adalah ancaman nyata yang hidup di sekitar kita. Ia hadir dengan wajah yang menipu, menawarkan kesenangan sesaat, ketenangan palsu, dan kebahagiaan semu. Banyak orang yang awalnya hanya mencoba karena rasa penasaran, ingin dianggap keren, atau ingin melupakan masalah hidup. Namun tanpa disadari, sekali pintu itu dibuka, narkoba akan masuk dan perlahan menguasai tubuh serta pikiran mereka.
Seperti hantu yang merasuki manusia dalam cerita-cerita menyeramkan, narkoba mengambil alih kendali hidup korbannya. Tubuh yang dulu sehat menjadi lemah dan rusak. Pikiran yang dulu jernih berubah kacau. Seseorang yang awalnya penuh impian perlahan kehilangan arah hidupnya. Narkoba merampas kesadaran, menghancurkan akal sehat, dan memutus hubungan dengan orang-orang yang dicintai. Tidak sedikit orang yang rela berbohong, mencuri, bahkan melukai sesama demi memenuhi keinginan untuk terus menggunakannya.
Yang paling menyedihkan, hantu ini sering memburu anak-anak muda. Generasi yang seharusnya menjadi harapan bangsa justru menjadi sasaran empuk. Masa remaja adalah masa penuh rasa ingin tahu, masa ketika seseorang ingin diterima oleh lingkungan dan mencari jati diri. Di saat itulah narkoba datang dengan berbagai tipu daya. Kadang ia hadir melalui pergaulan yang salah, kadang melalui tekanan hidup, bahkan kadang dibungkus dengan gaya hidup modern yang terlihat mewah dan bebas. Banyak remaja yang berpikir mereka bisa berhenti kapan saja, padahal kenyataannya narkoba adalah jerat yang sulit dilepaskan.
Sekali seseorang terjatuh ke dalam dunia narkoba, jalan keluarnya tidak mudah. Banyak yang akhirnya kehilangan pendidikan, pekerjaan, bahkan keluarga. Sebagian berakhir di ruang rehabilitasi, berjuang melawan kecanduan yang mengikat tubuh dan jiwa mereka. Sebagian lain harus mendekam di balik jeruji besi karena terlibat dalam tindak kriminal. Dan yang paling tragis, ada yang kehilangan nyawa sebelum sempat menyelamatkan dirinya sendiri. Semua itu terjadi karena narkoba tidak pernah benar-benar memberi kebahagiaan. Ia hanya meminjamkan kesenangan sesaat, lalu menagihnya dengan penderitaan panjang.
Narkoba juga meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga. Orang tua menangis melihat anaknya berubah menjadi sosok asing. Saudara merasa kehilangan orang yang mereka cintai meski tubuhnya masih ada di hadapan mereka. Rumah yang dulu penuh tawa berubah menjadi tempat yang dipenuhi kecemasan dan kesedihan. Seperti hantu yang membawa kutukan, narkoba tidak hanya menghancurkan satu orang, tetapi juga merusak kehidupan banyak orang di sekitarnya.
Lebih mengerikan lagi, narkoba tidak memandang siapa korbannya. Ia bisa menyerang siapa saja tanpa memedulikan usia, pendidikan, jabatan, atau status sosial. Pelajar, mahasiswa, pekerja, bahkan tokoh masyarakat sekalipun dapat terjebak dalam lingkaran gelap ini. Karena itu, tidak ada seorang pun yang boleh merasa aman atau menganggap masalah narkoba hanyalah urusan orang lain. Ancaman itu ada di sekitar kita, mengintai dan menunggu kesempatan untuk masuk.
Namun, sebesar apa pun ancaman yang ditimbulkan, setiap hantu pasti bisa dilawan. Narkoba bukan sesuatu yang tak terkalahkan. Kesadaran adalah langkah pertama untuk melawannya. Pendidikan dan pemahaman tentang bahaya narkoba menjadi senjata yang sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak. Selain itu, keberanian untuk berkata “tidak” adalah benteng utama yang harus dimiliki setiap orang, terutama generasi muda. Menolak ajakan teman mungkin terasa sulit, tetapi satu keputusan berani bisa menyelamatkan masa depan.
Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan juga sangat penting. Anak-anak muda membutuhkan tempat untuk bercerita, didengar, dan merasa dihargai. Ketika seseorang memiliki lingkungan yang sehat dan penuh perhatian, ia tidak akan mudah mencari pelarian pada hal-hal yang merusak. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga dan saling mengingatkan.
Mari kita bersatu melawan narkoba. Jangan biarkan zat mematikan ini merampas mimpi, menghancurkan harapan, dan mencuri masa depan generasi bangsa. Jadikan rumah, sekolah, dan lingkungan kita tempat yang aman dari pengaruh narkoba. Karena masa depan Indonesia terlalu berharga untuk diserahkan kepada “hantu” yang membawa kehancuran.
Jangan pernah memberi ruang bagi narkoba untuk hidup di tengah-tengah kita. Lawan, jauhi, dan hentikan sebelum semuanya terlambat. Karena sekali hantu itu masuk, ia tidak hanya menghancurkan satu kehidupan, tetapi juga meninggalkan duka yang panjang bagi banyak hati.